Kata-kata Hikmah dari Berbagai sumber


BERSERAH DIRI kepada ALLAH SWT

Seorang murid bertanya kepada seorang Syaikh, “ Ya Syaikh, setelah kita beriman kepada Allah dan menjadi seorang muslim, apa yang harus saya lakukan?”

Syaikh tersebut menjawab:
“ Wahai anakku…. Setelah kita BERIMAN bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha MENCIPTAKAN, Yang Maha MENGETAHUI, Yang Maha MENGATUR dan MEMELIHARA mannusia dan seluruh alam raya, dan mengaku sebagai sebagai seorang MUSLIM maka kita harus BERSERAH DIRI kepada-Nya.”

“Itulah makanya orang tersebut disebut MUSLIM = ORANG YANG TUNDUK dan BERSERAH DIRI kepada Allah subhanahu wa ta’ala.”

Murid tadi bertanya kembali:
“Bagaimana Syaikh, cara kita BERSERAH DIRI?”

Syaikh tersebut menjawab:
“Cara BERSERAH DIRI kita kepada Allah adalah:

1. RIDLO terhadap SEMUA PETUNJUK Allah subhanahu wa ta’ala, baik dalam AL-QURAN dan HADITS RASUL. Yaitu dengan BERSYUKUR, dan MEMPERHATIKAN serta MENAATI semua PETUNJUK berupa PERINTAH dan LARANGAN Allah subhanahu wa ta’ala. Baik kita SUKA atau TIDAK SUKA dengan PETUNJUK Allah subhanahu wa ta’ala tersebut. Karena pada hakikatnya PETUNJUK Allah subhanahu wa ta’ala berupa AL-QURAN dan HADITS RASUL adalah bentuk KASIH SAYANG-Nya kepada manusia.

Perlu diketahui anakku…kita HIDUP di DUNIA ini adalah sebagai UJIAN. Allah subhanahu wa ta’ala ingin MENGUJI anak-anak Nabi Adam, setelah Nabi Adam diperdaya IBLIS dan diturunkan ke muka bumi, siapakah PENGIKUT ALLAH subhanahu wa ta’ala dan siapakah PENGIKUT IBLIS.

PENGIKUT Allah subhanahu wa ta’ala akan dimasukkan kedalam SURGA dan PENGIKUT Iblis akan dimasukkan ke dalam NERAKA.

Walau kita DIUJI, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala ingin manusia masuk ke dalam SURGA, untuk itulah Allah subhanahu wa ta’ala memberikan PETUNJUK HIDUP melalui RASUL-Nya.

Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang PETUNJUK-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya TIDAK ada KEKHAWATIRAN atas mereka, dan TIDAK (pula) mereka BERSEDIH HATI". (QS. 2. Al Baqarah : 38)

Maka barang siapa yang tidak mengikuti PETUNJUK ALLAH, merekalah orang-orang yang DURHAKA dan TERSESAT dengan KESESATAN yang NYATA.

Firman Allah subhaanahu wa ta’alaa:

“Dan TIDAKLAH PATUT bagi LAKI-LAKI yang MU’MIN dan tidak (pula) bagi PEREMPUAN yang MU’MIN, apabila Allah dan Rasul-Nya telah MENETAPKAN suatu ketetapan, akan ada bagi mereka PILIHAN yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa MENDURHAKAI Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah SESAT, sesat yang NYATA.” (QS .33. Al Ahzab: 36)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah JALAN-Ku yang LURUS, maka IKUTILAH dia; dan JANGANLAH kamu mengikuti JALAN-JALAN yang lain, karena jalan-jalan itu MENCERAI-BERAIKAN kamu dari JALAN-Nya. Yang demikian itu DIPERINTAHKAN Allah kepadamu agar kamu BERTAKWA.” (QS. 6. Al-An’am :153)

Dan kita juga harus MENGAMBIL HUKUM apa yang telah Allah subhaanahu wa ta’alaa dan Rasulnya tetapkan. Makanya anakku….jawaban orang yang BERIMAN atas seruan Allah subhaanahu wa ta’alaa adalah SAMI’NAA WA ATHO’NAA (Kami DENGAR, dan kami TAAT)

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) TIDAK BERIMAN hingga mereka menjadikan kamu (Rasul) HAKIM dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka TIDAK MERASA KEBERATN dalam HATI mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka MENERIMA dengan SEPENUHNYA.” (QS. 4. Annisaa : 65)

“Sesungguhnya JAWABAN orang-orang MU’MIN, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul MENGHUKUM (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami MENDENGAR dan kami PATUH." Dan mereka itulah orang-orang yang BERUNTUNG.” (QS. 24. An Nuur : 51)


2. RIDLO terhadap apapun yang MENIMPA kita, YANG BAIK ataupun yang TIDAK BAIK menurut kita. Karena pada hakikatnya ITU SEMUA BAIK menurut PENGETAHUAN Allah Yang Maha MEGETAHUI.

Firman Allah subhaanahu wa ta’alaa:

“Bisa jadi Kamu MEMBENCI sesuatu padahal ia BAIK untuk Kamu. Dan bisa jadi Kamu MENCINTAI sesuatu padahal ia BURUK untuk Kamu. Allah LEBIH MENGETAHUI, sementara Kamu TIDAK MENGETAHUI.” (QS Al Baqarah:216)


3. BERSERAH DIRI dan TAWAKKAL HANYA kepada Allah atas semua urusannya, dengan tidak meminta PERTOLONGAN dan PERLINDUNGAN kecuali kepada-Nya.

Firman Allah subhaanahu wa ta’alaa:

“HANYA kepada Engkaulah kami MENYEMBAH dan HANYA kepada Engkaulah kami mohon PERTOLONGAN.” (QS. 1. Al Fatihah: 4)

“Dan HANYA kepada Allah hendaklah kamu BERTAWAKKAL, jika kamu BENAR-BENAR orang yang BERIMAN” (QS. 5. Al Maidah : 23)

Itulah yang bisa saya jawab anakku, semoga dalam kehidupan kita selalu BERSERAH DIRI dan TAQWA kepada-Nya sampai maut menjemput kita.

“Hai orang-orang yang beriman, BERTAQWALAH kepada Allah sebenar-benar TAQWA kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu MATI melainkan dalam keadaan MUSLIM (Orang yang TUNDUK dan BERSERAH DIRI).” (QS. 3. Ali ‘imran : 102)

Wallahu a’lam bi showab


Itulah perbincangan seorang Syaikh dengn muridnya yang banyak mengandug HIKMAH buat kita.

“Allah menganugerahkan HIKMAH kepada siapa yang DIKEHENDAKI-NYA. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah dianugerahi KARUNIA yang BANYAK (QS 2. Al Baqarah :269),

walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin..

wassalam

OFA

21/04/2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar