Posts

Showing posts with the label YANG

7 MACAM TEMAN

*(hanya 1 yg sampai di akhirat)* 1. *Ta'aarufan (تعارفا)*, yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll 2. *Taariikhiiyan (تاريخيا)*,  yaitu teman karena faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se'almamater dll. 3. *Ahammiyatan (اهمية )* yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik, dll) 4. *Faarihan (فارحا)*,  yaitu teman karena sehobby (hobby motor, nyanyi, futsal dll.) 5. *Amalan (عملا)*,  yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dll. 6. *'Aduwwan (عدوا)*,  yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnyab penuh kebencian..  7. *Hubban_lil iimaan (حبا للايمان)*   *yaitu teman yg suka MENGINGATKAN-mu* serta *MENGAJAK-mu* selalu *KE JALAN الله SWT*. Dari ke *7* macam teman ini, no. *1-6* akan sirna di akhirat, & yg tersisa hanya teman no. *7*. *namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak menghasilkan manfaat duniawi (materi)* *Padahal dia...

Ketika Mayat Meminta Tolong Kepada Seluruh Orang Yang Dikenalnya

**  *Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya* *Beberapa waktu kemudian* *Saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari “mimpi” buruknya.* *Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya.* *Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget,* *“Dimana bajuku? Kemana celanaku?” Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah “Dimanakah aku?” “Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?” Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya...

Mencari Satu yang Hilang, Lupa dengan 99 Kenikmatan yang Ada!

Dikisahkan ada seorang Raja yang sedang termenung melihat taman didepan istananya. Ia gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan. Kesehatannya mulai menurun karena ia mulai susah tidur karena banyaknya pikiran yang mengganggu. Padahal selama ini ia tidur didalam kamar yang mewah dan kasur yang empuk. Ditengah lamunannya, sang raja melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja sambil tertawa. Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan. Padahal gajinya sangat pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan yang seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia. Raja pun heran melihat orang ini. Ia memanggil penasihatnya dan bertanya, “Hai penasihatku, telah lama aku hidup ditengah kegelisahan padahal aku memiliki segalanya. Tapi aku sungguh heran melihat tukang kebun itu. Tak pernah tampak kesedihan di waja...

DALAM 7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN TERULANG

Hari per-1, tahajudku tetinggal Dan aku begitu sibuk akan duniaku Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib Dengan niat kulakukan bersama ! Isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dari 200 halaman Dalam waktu tidak sampai 1 hari aku telah selesai membacanya Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juz Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata Tapi... ketika temanku bertanya tentang novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku Sorenya aku datang keselatan Jakarta dengan niat mengaji Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan... Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang...

JATI DIRI KITA YANG SEBENARNYA

Alkisah, di tengah SAMUDERA yang MAHA LUAS, tampaklah Ombak Besar sedang Bergulung-gulung dengan Suaranya yang Menggelegar, tampak berSuka Ria Menikmati Kedahsyatan KEKUATANNYA, seakan-akan menyatakan Keberadaan DIRINYA Yang BESAR dan GAGAH PERKASA. Sementara itu, jauh di belakang Gelombang Ombak Besar, tampak sang Ombak Kecil Bersusah Payah Mengikuti. Ia Terlihat LEMAH, Tertatih-tatih, Tak Berdaya dan Jauh Tersisih di Belakang. Akhirnya, Ombak Kecil Hanya Bisa MENYERAH dan MENGEKOR ke mana pun Ombak Besar Pergi. Tetapi, di Benaknya Selalu Muncul Pertanyaan, Mengapa Dirinya Begitu LEBIH LEMAH dan TAK BERDAYA ? Suatu kali, Ombak Kecil Bermaksud Mengadu kepada Ombak Besar. Sambil tertaih-tatih Ombak Kecil berteriak: “Hai Ombak Besar, tunggu!” Sayup-sayup suara Ombak Kecil didengar juga oleh Ombak Besar. Lalu sang Ombak Besar sedikit Memperlambat Gerakannya dan berputar-putar Mendekati Arah Datangnya Suara. “Ada apa Sahabat?” Jawab Ombak Besar dengan Suara MENGGELEGAR HEBAT. “Aih, pelanka...